Ratusan Siswa SMP Di Kabupaten Serang Tidak Ikuti UN 2015

Ratusan Siswa SMP Di Kabupaten Serang Tidak Ikuti UN 2015
Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Serang, Banten, tidak mengikuti ujian nasional (UN) sejak Senin (4/5/2015). Siswa tersebut drop out sebelum pelaksanaan UN dimulai.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Cahyono Purawiguna mengatakan, hari pertama dan keduaa (Senin-Selasa, 5-6/2015) pelaksanaan UN lebih dari 200 siswa tidak mengikuti UN, dari total peserta 18.429.

"Hari pertama UN pelajaran Bahasa Indonesia yang tidak ikut 209 siswa SMP , 16 orang diantaranya positif ikut UN susulan pada Senin (11/5/2015), dan sisanya sudah tidak aktif. Hari ke dua jumlah peserta UN yang tidak ikut bertambah sebanyak 219 orang, 18 orang diantaranya positif akan mengikuti UN susulan," katanya.

Untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), kata Cahyono, dari jumlah perserta UN 29.433 orang, hari pertama UN yang tidak ikut 298 orang , 20 orang diantaranya akan mengikuti UN susulan, di hari ke dua UN pesrta tidak ikut sebanyak 312 orang dan 23 orang diantaranya akan mengikuti UN susulan.

"Untuk peserta UN SMP dan MTs pendataannya di Oktober 2014. Kemungkinan siswa yang tidak ikut UN itu mereka mulai tidak aktifnya setelah pendataan. Mereka alasannya ada yang pindah tempat tinggal, ada yang dinikahkan oleh orang tuanya, ada yang putus sekolah karena ingin bekerja. Sebenarnya dalam hal ini pemahaman orang tua juga harus disampaikan lagi tentang pentingnya sekolah dan ijazah," ujar Cahyono.

Ia mengatakan, murid-murid yang drop out itu, tersebar hampir di semua sub rayon, namun paling banyak di sub rayon tiga meliputi Kecamatan Baros, Cinangka, Padarincang, Ciomas. Sisanya tersebar di empat sub rayon. Kebanyakan siswa yang drop out dari daerah terjauh. "Siswa yang drop out ini masih kami pantau, apakah mereka sama sekali tidak ikut selama empat hari ujian atau hari ke tiga dan ke empatnya masuk," tuturnya.

Untuk meminimalisasi angka drop out sekolah, menurut Cahyono, perlu kesadaran masyarakat terutama orang tua, terkait pentingnya sekolah dan ijazah untuk anak-anaknya. " Sekarang ujung tombaknya untuk hal itu ada pada satuan pendidikan menyampaikan hal itu ke siswa dan orang tua. Dinas pendidikan juga selalu menyampaikan hal itu pada kepala sekolah," katanya.
Sementara, terkait data jumlah siswa yang lulusa dan melanjutkan sekolah, kata Cahyono, pihak masih mengalami kesulitan dalam mendata, karena pihak sekolah nya juga agak kesulitan melacak datanya.

Sumber: Kabar Banten

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ratusan Siswa SMP Di Kabupaten Serang Tidak Ikuti UN 2015"

Posting Komentar