Surat Terbuka untuk Koran Radar Banten

Surat Terbuka Untuk Koran Radar Banten
Kolom Love Story koran Radar Banten edisi Jumat (15/5/2015)
Manajemen Koran Radar Banten yang saya hormati,

Saya merupakan pembaca setia koran Radar Banten, koran terbesar di Banten. Saat ini koran Radar Banten sudah bisa dibaca sampai ke pelosok desa. Setiap hari saya membaca koran Radar Banten karena sekolah saya berlangganan koran tersebut. Sebagai seorang guru, saya merasa senang dengan hadirnya koran Radar Banten karena saya mendapatkan informasi terkini dan membantu saya dalam pembelajaran.

Sebagai media informasi terbesar di Banten, koran Radar Banten tentunya mempunyai andil yang besar terkait informasi yang disampaikan ke masyarakat. Namun, akhir-akhir ini saya kurang nyaman membaca Koran Radar Banten. Saya kurang nyaman membaca Radar Banten setelah adanya kolom/rubrik Love Story. Kolom tersebut muncul setiap hari. Menurut Radar Banten, kisah dalam Love Story 100 persen nyata. Setelah munculnya kolom Love Story tersebut, beberapa siswa di sekolah saya pun yang biasa membaca koran kebanggaan wong Banten ini  protes, "Pak, kok sekarang ada yang muncul beginian di Koran Radar Banten?", kata siswa saya. Dia merasa risih melihat kolom tersebut di koran Radar Banten.

Sebagai seorang guru, saya pun tidak setuju dengan adanya kolom Love Story di Koran Radar Banten. Menurut saya, isi dan gambar di dalam kolom tersebut sedikit berbau vulgar dan tidak sesuai dengan adat 'ke-Banten-an'. Apalagi dibaca oleh orang di bawah umur.

Saya yakin, sudah banyak sekolah yang menjadi pelanggan setia Koran Radar Banten. Sekali lagi, sebagai seorang guru saya tidak mau siswa saya dan siswa sekolah lain terkotori otaknya karena bacaan yang kurang mendidik dan seharusnya tidak mereka baca. Jangan sampai Koran Radar Banten ikut andil merusak otak generasi muda ini. Saya kasihan dengan generasi muda kita saat ini. Mereka 'diserang' dari berbagai sisi: pornografi, narkoba, free seks, prostitusi, dan sebagainya.

Saya yakin, Manajemen Koran Banten tidak mau merusak otak generasi muda kita. Sebagai tunas bangsa, mereka merupakan aset berharga buat bangsa ini. Maaf, mungkin Anda juga saat ini punya anak, adik atau saudara yang saat ini sedang berusia remaja. Tentunya juga tidak mau anak atau adik Anda juga otaknya terkotori oleh hal-hal yang tidak pantas. Jangan sampai otak mereka menjadi 'perpustakaan kotor'. Saya berharap, para manajemen koran Radar Banten bisa bersikap bijak dalam masalah ini. Saran saya, kolom Love Story pada koran Radar Banten untuk dihapus karena kurang mendidik buat anak-anak kita. Terimakasih.

Selamatkan generasi muda kita,
Selamatkan Banten,
Selamatkan Indonesia!

Suhendra
(Guru di Sekolah Peradaban Serang)

*Tulisan ini juga saya email ke Radar Banten: kang_haban2001@yahoo.com, radarbantencom@gmail.com
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon