Mendikbud: Ayah dan Ibu Harus Antarkan Anak Pada Hari Pertama Sekolah

llustrasi seorang ibu mengantar anak ke sekolah (Sumber foto: probisnis.net)
Menjalin kedekatan dengan anak merupakan hal yang sangat penting. Sesibuk apapun orangtua hendaknya bisa meluangkan waktu untuk menjalin kedekatan dengan anaknya. Termasuk dalam mengantarkan anak ke sekolah. Pernahkah Anda mengantarkan anak ke sekolahnya? Biasanya, banyak orangtua yang sibuk sehingga mereka lebih rela sang anak ke sekolah diantar tukang ojek, abang becak, pembantu, ataupun sopir pribadi.

Berkaitan dengan hal di atas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengajak para orangtua (ayah dan ibu) untuk mengantar anak di hari pertama sekolah pada tahun pelajaran 2015-2016. Ajakan yang dinamakan "Gerakan Mengantarkan Anak Ke Sekolah" ini bertujuan supaya dapat mengambil peran sebagai rekan (partner) terbaik bersama guru di sekolah.

“Kami berharap pada hari pertama sekolah, bukan hanya diantar oleh ibu, atau tukang ojek atau becak, tetapi hadir juga ayahnya.,” Kata Anis seperti dikutip dari situs Kemendiknas.go.id dalam Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yogyakarta, Kamis (28/5/2015).

Ketika ayah dan ibu mengantarkan anak ke sekolah, kemudian menitipkannya kepada para guru, sekolah akan merasa kehadiran orang tua menjadi semangat baru untuk bermitra bersama-sama dalam mendidik anak. “Kita ingin membangun suasana baru, berpartner dengan orang tua,” katanya.

Bermitra antara guru dan orang tua merupakan hal yang penting, mengingat orang tua adalah pendidik pertama karena berada di lingkungan terdekat dengan anak, yaitu rumah. Sayangnya, meski kedudukannya penting dan pertama, dalam hal mendidik, orang tua menjadi pihak yang sering kali tidak tersiapkan.
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon