LGBT, Sesuaikah dengan Fitrah Manusia?

LGBT, Sesuaikah dengan Fitrah Manusia?
Saat ini sedang marak pemberitaan di media online dan media sosial seputar LGBT. Hal ini terjadi setelah negara adidaya yang mengaku negara paling beradab, yakni Amerika Serikat, melalui Mahkamah Agungnya melegalkan perkawinan sesama jenis di seluruh penjuru Amerika Serikat (25/6/2015). 

Apa sih itu LGBT?

Seperti dikutip dari situs Wikipedia, LGBT adalah  akronim dari "Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender". Istilah LGBT sangat banyak digunakan untuk penunjukkan diri. Istilah ini juga diterapkan oleh mayoritas komunitas dan media yang berbasis identitas seksualitas dan gender di Amerika Serikat dan beberapa negara berbahasa Inggris lainnya. Mereka selalu menyampaikan aspirasi mereka, yang menurut orang normal memiliki perilaku seks menyimpang, untuk melegalkan aktivitas seksnya (laki-laki dengan laki-laki/gay/homo, perempuan dengan perempuan/lesbi).

Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat disambut sorak gembira oleh para pelaku dan pendukung LGBT. Selang sehari setelah keputusan legalisasi perkawinan sejenis, pendiri Facebook (Mark Zuckerberg) pun  ikut-ikutan latah dan mengganti foto profil di fanpage miliknya dengan motif warna-warni serupa pelangi (rainbow) yang merupakan simbol dari gerakan LGBT. Untuk merayakan kemenangan LGBT di Amerika (dan berharap menular ke seluruh dunia), Facebook telah meluncurkan fitur baru bernama ‘Let’s Celebrate Pride’ (Mari Rayakan Kebanggaan), yang menempatkan filter pelangi di foto profil pengguna facebook. Innalillahi... (Hayo siapa yang ikut-ikutan memasang warna pelangi di profil facebooknya?)

Mempunyai perasaan cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Berbicara tentang cinta, saya teringat sebuah lirik nasyid:

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta
(The Fikr, Cinta)

LGBT, Sesuai Fitrah Manusia?

Lantas bagaimana dengan cinta sesama jenis or LGBT, apakah sesuai dengan fitrah manusia? Sebenarnya kalau kita melihat sejarah, LGBT merupakan bukan hal yang baru. Mungkin kita ingat bagaimana dengan kisah kaum Nabi Luth dengan perilaku sodomnya. Kaum Nabi Luth (yang menyimpang) terkenal dengan perbuatan seks menyimpangnya, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka.

“Dan (Kami juga yang telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelumnya?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mere-ka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang me-lampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura me-nyucikan diri”. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengi-kutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu belerang), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang memperturutkan dirinya dengan dosa dan kejahatan itu.” (QS. Al A'raaf : 80-84)

Ternyata, pengikut kaum Nabi Luth yang melakukan hubungan sesama jenis sampai sekarang masih ada. Bahkan setelah Amerika menabuh kebebasan LGBT, komunitas mereka semakin berani menunjukan jati dirinya, termasuk di Indonesia. Mereka mengkampanyekan LGBT secara terang-terangan. Apa jadinya ya negeri  ini, kalau sampai LGBT dilegalkan? Mengerikan...

Menurut saya, LGBT merupakan penyimpangan dan sudah tidak sesuai dengan fitrah manusia. Bahkan, binatang saja tidak mau melakukan kawin dengan sesama jenis. Lah, ini manusia?? Naudzubillah. LGBT or Cinta/kawin sesama jenis akan merusak tatanan moral, sosial budaya, masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Semoga Allah menjaga dan menjauhkan kita, anak-anak, siswa kita, saudara, tetangga, dan masyarakat dari perilaku seks menyimpang alias LGBT.

"Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth." (HR. Ibnu Majah)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LGBT, Sesuaikah dengan Fitrah Manusia?"

Posting Komentar